Menyemai
Peserta mengenali persoalan lingkungan di sekitarnya, lalu menceritakan dampaknya dari pengalaman sehari-hari.
Ruang belajar bagi orang muda untuk membaca krisis sosial ekologis, membangun pengetahuan bersama, dan mengubahnya menjadi gerakan keadilan ekologis.
Setiap tahap membawa peserta dari pengalaman sehari-hari menuju pengetahuan, analisis, dan tindakan bersama.
Peserta mengenali persoalan lingkungan di sekitarnya, lalu menceritakan dampaknya dari pengalaman sehari-hari.
Pengetahuan dasar menjadi alat untuk mengidentifikasi, mempertanyakan, dan menganalisis akar persoalan ekologis.
Peserta mengubah pengetahuan menjadi gerakan di sekolah dan masyarakat, kemudian mengajak orang di sekitarnya.
Materi dipelajari melalui diskusi terarah, pembacaan konteks lokal, dan refleksi bersama.
Membaca persoalan di masing-masing kawasan, dampaknya terhadap makhluk hidup, dan faktor yang melatarbelakanginya.
Mengenali definisi dan konsep penting ekologi, termasuk daya dukung serta daya tampung lingkungan.
Mempelajari lahirnya gagasan keadilan antar generasi, konsepnya, dan penerapannya di Indonesia.
Menelusuri proses terjadinya krisis iklim, faktor penyebab, dan dampaknya bagi kehidupan serta generasi mendatang.
Proses belajar tidak hanya menyampaikan materi. Cara peserta bertemu, berdiskusi, dan bergerak juga dibangun dari nilai yang sama.
Kesadaran, sikap, dan tindakan belajar menghormati hak setiap manusia.
Orang muda terlibat aktif dan ditempatkan setara sebagai subjek pembelajaran.
Setiap peserta memperoleh ruang aman tanpa pembedaan identitas dan status sosial.
Keragaman cara warga mengelola alam diakui dan akses atas sumber daya diperjuangkan.
Kebersamaan dan solidaritas menjadi dasar kerja sosial antarsesama orang muda.
Kurikulum bersifat adaptif. Pokok pembelajaran tetap sama, sementara pelaksanaannya disesuaikan dengan persoalan, kebutuhan, dan sumber daya di setiap kawasan.