Pantai Sanglen memiliki sejarah panjang tentang apa yang telah dikerjakan dan dilakukan hingga menjadi seperti saat ini. Layaknya sebuah ruang publik, tempat itu bukan datang dari ruang hampa dan tiba-tiba menjelma seperti yang hendak direbut oleh Kasultanan, Obelix, dan Pemerintah Desa Kemadang hari ini. Pantai Sanglen secara sejarah dulunya bukan seperti yang kita saksikan saat ini, tetapi hutan atau oleh warga disebut sebagai alas. Berdasarkan penuturan warga, pada periode tahun 1950an dilakukan babad alas oleh salah seorang warga.
Analisis
Latest News
- 13 Korporasi Industri Pariwisata Ubah 34,46 Hektar KBAK Gunungsewu dan Ancam Ketersediaan Air di Gunungkidul
- RENCANA PEMBANGUNAN PSEL: ANCAMAN PERPARAH DEGRADASI LINGKUNGAN DI PIYUNGAN
- Dua Babak dan Satu Ancaman Penggusuran Paksa: Warga Dikorbankan, Kraton & Pemdes Kemadang Jadi Pelayan Obelix
- Tujuh Dekade Warga Mengelola: Kraton Baru Hadir Dan Menghapus Sejarah Rakyat Demi Kepentingan Investor Di Pantai Sanglen
- Hari Anti Tambang 2025: Melawan Ekstraktivisme, Merawat Kehidupan, Menyatakan Perlawanan
read more
WALHI Yogyakarta Latih Generasi Muda Jadi Fasilitator Lingkungan
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Yogyakarta, melalui program Akademi Ekologi, baru-baru ini menyelenggarakan Training of Trainer Akademi Ekologi.
Penutupan Pantai Sanglen: Antara Kesejahteraan Masyarakat Atau Kepentingan Pegembangan Bisnis Pariwisata Privat
Bersama-sama kita lawan pariwisata yang merusak! Mari dukung pengelolaan pariwisata yang adil dan berkelanjutan. #TolakPariwisataEksploitatif
Respon WALHI Yogyakarta atas Pengosongan Pantai Sanglen
27 Juli 2024 PIhak Kraton melakukan penutupan pada akses Jalan Menuju Pantai Sanglen Gununung Kidul.
Satu Minggu Penuh Berita Buruk, WALHI dan FPRB DIY: Darurat Air Bersih!
Kabar buruk seputar air sedang memenuhi pemberitaan Yogyakarta dalam satu minggu ini. Dari PDAM mati di Kulonprogo dan gagal memenuhi kebutuhan air masyarakat, hingga hampir seluruh air sumur tidak…









